Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Oktober 2009

Agar Daging Cepat Empuk

Semua jenis daging memiliki tekstur yang sangat keras jika kita salah cara mengolahnya. Seringkati kalau kita memasak daging sangat susah untuk menjadikan daging tersebut empuk dan kalau dimakan pun rasanya menjadi kurang nikmat bahkan terkadang menjadi tidak bisa dimakan. Jika Anda menemui masalah ini, untuk mengatasinya, lakukanlah tips dibawah ini:
  1. Sebelum diolah, daging sebaiknya dipotong-potong terlebih dahulu sesuai dengan kebutuhan dan keinginan Anda.
  2. Setelah dipotong-potong kemudian cuci daging hingga bersih.
  3. Setelah dibersihkan, beri parutan 2-3 potong buah nanas.
  4. Kemudian rebuslah daging yang telah diberi parutan buah nanas dengan menggunakan air santan, atau kalau tidak ada air santan, dapat juga menggunakan air biasa. Rebus hingga daging matang dan empuk.
  5. Setelah daging matang kemudian angkat daging dari air rebusan, dan daging pun siap diolah menjadi berbagai hidangan yang anda inginkan. Niscaya daging akan cepat empuk dan rasanya pun bertambah Lezat

Agar Kaldu Segar dan Sehat

Air kaldu ayam atau sapi yang kita pakai untuk memasak resep soto, resep sop atau resep masakan lain yang memakai bahan resep kaldu, sering hasilnya kurang memuaskan karena resep kaldunya kurang segar dan kurang sedap rasanya. Untuk mendapatkan resep air kaldu ayam atau sapi yang segar dan sedap, lakukan tips sederhana dibawah ini:
  1. Ambil daging ayam / sapi, cucilah bersih sampai tidak ada lendir maupun darah tersisa.
  2. Rebus air sampai mendidih, masukan daging ayam / sapi. Masaklah sampai daging empuk.
  3. Angkat daging dari panci dan bersihkan air kaldu dari kerak berwarna kehitaman yang kadang tersisa menempel di pinggir-pinggir panci.
  4. Lakukan ini sampai kaldu benar-benar bersih. Barulah air kaldu siap untuk dipakal memasak.
  5. Niscaya masakan Anda akan terasa segar gurih dan sedap. Kunci penting lainnya; jangan memasukan daging ke dalam air yang masih dingin, masukkan daging setelah air sudah mendidih

Membuat Sate Lebih Empuk

Jika Anda sering dan suka membuat sate sendiri, terkadang sate terasa alot dan keras meskipun sudah dibakar dan matang. Untuk membuat sate yang empuk dagingnya, ada beberapa resep jitu yang bisa dilakukan, yaitu:
  1. Sebelum dibakar, lumuri daging sate yang sudah ditusuk dengan sedikit tepung kanji.
  2. Pada saat dibakar, jangan sampai daging terkena api secara langsung. Proses pada saat membakarnya harus hati-hati. Jangan terlalu lama tapi cukup sampai dagingnya berubah warna saja. Bisa juga dengan bantuan daun pepaya, daging yang akan disate sebelum ditusukkan ke tusuk sate sebaiknya dibungkus dengan menggunakan daun pepaya selama ± 20 menit. Setelah diperam lalu sate dapat ditusukkan dan kemudian siap dibakar.
  3. Agar tidak amis daging yang akan digunakan untuk membuat sate dapat direndam dengan menggunakan air kelapa. Cara ini hanya berlaku untuk daging kambing, ikan tongkol.
  4. Atau dapat juga menggunakan nanas seperti cara dibawah ini:
  • Ambil 1 buah nanas matang, kupas hingga bersih dan buatlah jus nanas.
  • Kemudian rendam daging yang sudah ditusuk ke dalam air nanas (jus nanas), biarkan 5-10 menit.
  • Setelah direndam lalu sate sudah dapat dibakar seperti biasa
  • Jangan merendam daging lebih dam 10 menit, karena daging akan mudah hancur.

Pengolahan (Memasak) Yang Tepat

Dari kelima tehnik memasak tersebut yang patut diperhatikan adalah waktunya. jangan sampai terlalu lama. Baik itu direbus, dikukus, dipanggang, atau digoreng. Merebus dan mengukus terlalu lama dapat menghilangkan kandungan vitamin yang larut dalam air seperti B dan C. Cara merebus yang paling baik adalah dengan mendidihkan air terlebih dahulu, kemudian baru masukkan bahan makanannya dan rebuslah selama 2-3 menit saja.

Demikian pula untuk proses menggoreng dan memanggang. Umumnya yang digoreng dan dipanggang adalah bahan makanan yang mengandung protein. dalam keadaan kering dan renyah protein jadi mudah dicerna. sebisa mungkin, hindari proses menggoreng dan memanggang yang terlalu lama sebab dapat menyebabkan kandungan proteinnya malah sulit dicerna.

Tehnik memasak dengan membakar diatas arang sebaiknya dihindari kerena proses tersebut menghasilkan zat karsinogenik, terutama bila bahan makanannya mengandung lemak. Kelak akumulasi zat karsinogenik ini dikhawatirkan menjadi pemicu penyakit kanker.

Blanching

Blanching adalah tehnik memasak sayur mayur dengan cara :
1. Masak air hangat mendidih
2. Masukkan sayur mayur yang sudah bersih, rebus hingga titik hijau (atau warna lain) yang dikehendaki, lalu segera angkat serentak, dan langsung dicelupkan kedalam air dingin (air es).
Mengapa harus dilakukan Blanching ?
Blanching dimaksudkan untuk mendapatkan kematangan yang persis seperti dikehendaki oleh juru mask. Tehnik memasukkan sayur rebus kedalam air dingin adalah untuk menghentikan proses pematangan.

Seperti di ketahui, sayur mayur bila direbus lalu diangkat masih dalam keadaan panas, proses pematangan tetap berlangsung. sehingga didapat sayuran yang berwarna coklat dan terlalu matang.

Tehnik ini sangat bermanfaat terutama disaat memasak dalam jumlah banyak. Contoh soal, membuat Cap Cay untuk 100 orang.

Misalkan yang akan dijadikan campuran Cap Cay adalah Wortel, Buncis, Bunga Kol, sawi. Hitung total sayuran sesuai kebutuhan.

Lakukan proses blanching pada setiap sayuran Cap Cay tadi secara sendiri sendiri. jadi rebus Buncis, blannching ! dan seterusnya.

Mengolah Steak

Dalam konteks daging sapi komersial, maka daging yang "bagus" adalah daging sirloin atau tenderloin yang empuk, montok, dan juicy,

Sebenarnya, tingkat "kealotan" daging bisa diakali dengan memilih daging yang tidak terlalu tebal dan sedikit dipukul sebelum dibumbui.

Ada dua tehnik dasar dalam memasak steak, R u b b i n g dan M a r i n a t i n g

Tehnik Rubbing adalah : menaburi daging dengan garam dan merica, kemudian langsung di Grill. Beberapa ada yang menambahkan bubuk jinten untuk mempengaruhi rasa.

Tehnik Marinating adalah : merendam daging dalam bumbu / saus dengan komposisi minyak, asam, gula, dan rasa. Minyak berguna untuk mengkilapkan, asam berguna untuk melunakan daging, sementara gula memberi efek warna. Untuk rasa, bisa dipilih sesuai rasa. Bisa asin, pedas, barbeque, dan semacamnya.

Untuk dasar, kita bisa menggunakan campuran minyak goreng (sebagai minyak), saus tomat (untuk asam), kecap manis atau madu (sebagai gula), dan garam serta merica hitam bubuk (sebagai rasa). Kombinasinya tergantung selera. Yang jelas, jangan terlalu banyak kecap atau madu, karena daging bisa cepat hangus. Kalau menginginkan aroma barbeque, cari saja perasa barbeque seperti liquid smoke di pasaran. Nah, setelah rendaman tadi terasa pas, masukkan daging dan diamkan sekitar dua jam supaya meresap. Setelah itu, daging siap di Grill.

Supaya Daging Tidak Keras

Daging dengan irisan tebal, seringkali jadi keras setelah dibakar. Untuk menghindarinya, tambahkan 1/2 sdt baking powder pada bumbu rendaman daging. Jangan lupa pukul-pukul daging atau tusuk-tusuk dengan garpu, cara ini membuat daging cepat matang dan bumbu bisa meresap sampai di dalam. Cumi juga sering keras ketika matang. Jangan lama-lama membakar cumi. Cukup sampai matang saja.

Daging Yang Cocok Untuk Dibakar

Daging yang pas dibakar adalah daging sapi, kambing, ikan, udang, ayam. Untuk daging sapi, pilih daging has dalam agar lebih empuk. Untuk daging kambing, pilih yang tidak banyak mengandung otot atau urat. Ayam bisa dipilih bagian dada atau sayap. Tetapi untuk rasa, daging paha jauh lebih enak. Agar bisa matang dan empuk, pilih paha yang tidak terlalu besar ukurannya.

Mengolah Daging BBQ

Daging sapi atau ayam sebaiknya direndam bumbu sehari sebelumnya. Simpan daging yang sedang direndam itu di dalam wadah tertutup di dalam lemari pendingin. Bukan di dalam freezer kecuali lebih dari semalaman.
Untuk ikan, udang dan cumi, waktu perendaman tidak perlu selama itu. satu atau dua jama sudah cukup karena ketiganya lebih mudah menyerap bumbu.
Selama dibakar, daging sebaiknya sering-sering dioleskan bumbu perendam.